Perbedaan Perkembangan Motorik Halus Melalui Pembelajaran Cooking Class pada Anak Usia Dini 5–6 Tahun di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat
DOI:
https://doi.org/10.64123/jkii.v2.i1.1Keywords:
Cooking Class, motorik halus, anak usia dini, pembelajaran kontekstualAbstract
Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam menunjang kesiapan anak melakukan berbagai aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran di satuan PAUD masih banyak didominasi metode konvensional yang kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Cooking Class terhadap peningkatan perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain pre-eksperimental Two-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 40 anak kelompok B di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran Cooking Class, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes motorik halus yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample T-test dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 66,35% dengan kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 29,16% dengan kategori tidak efektif. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Peningkatan motorik halus paling dominan terlihat pada aspek koordinasi mata–tangan, diikuti oleh kekuatan dan fleksibilitas jari. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Cooking Class efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Indah Sari, Roni Sinaga (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini memperbolehkan pihak lain untuk:
-
Membagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam bentuk atau format apapun
-
Mengadaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat karya turunan untuk kepentingan apapun, termasuk komersial
-
Dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menyatakan jika ada perubahan.
-
Jika Anda menggubah atau membuat karya turunan, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda dengan lisensi yang sama seperti karya asli.
Tautan Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id





















