Author Guidelines
Panduan Penulisan dan Pengajuan Artikel
1. Ketentuan Umum
Penulis yang mengajukan naskah ke jurnal wajib mengikuti pedoman penulisan dan template resmi jurnal. Naskah harus disusun secara sistematis, menggunakan bahasa ilmiah yang jelas, menyajikan argumentasi berbasis bukti, serta menunjukkan kontribusi yang relevan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau praktik profesional sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
Artikel yang diterima untuk diterbitkan harus memenuhi ketentuan berikut:
-
Panjang artikel berkisar antara 5–12 halaman, termasuk tabel, gambar, ucapan terima kasih, pernyataan penulis, dan daftar pustaka.
-
Naskah menggunakan format satu kolom sesuai dengan template resmi jurnal.
-
Jenis huruf utama menggunakan Aptos Narrow dengan ukuran sesuai ketentuan pada masing-masing bagian template.
-
Penulisan artikel menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik, benar, konsisten, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
-
Artikel harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
-
Naskah harus merupakan karya asli yang tidak sedang diproses untuk diterbitkan pada jurnal lain dan tidak melanggar hak cipta maupun prinsip integritas akademik.
-
Seluruh data, hasil analisis, kutipan, gambar, tabel, persamaan, dan referensi harus akurat, dapat ditelusuri, serta digunakan secara bertanggung jawab.
-
Penulis wajib mengikuti gaya sitasi IEEE dan seluruh ketentuan referensi yang ditetapkan dalam panduan ini.
-
Penulis harus melengkapi pernyataan penggunaan kecerdasan buatan generatif, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
-
Naskah yang tidak mengikuti ketentuan dasar penulisan dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sebelum memasuki proses penilaian substansi ilmiah.
Penulis dianjurkan menggunakan perangkat manajemen referensi, seperti Mendeley atau EndNote, untuk membantu menjaga konsistensi sitasi dan daftar pustaka.
2. Jenis Artikel yang Dapat Diajukan
Jurnal menerima jenis artikel berikut sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
2.1. Artikel Penelitian Asli (Original Research Article)
Artikel penelitian asli menyajikan hasil penelitian yang memiliki tujuan jelas, metode yang dapat dipertanggungjawabkan, data yang memadai, analisis yang sistematis, serta temuan dan kontribusi ilmiah yang dapat diidentifikasi. Artikel harus menjelaskan kesenjangan penelitian dan kebaruan yang ditawarkan dibandingkan penelitian sebelumnya.
2.2. Artikel Tinjauan (Review Article)
Artikel tinjauan menyajikan sintesis kritis terhadap perkembangan pengetahuan pada bidang tertentu. Artikel harus memiliki pertanyaan atau tujuan tinjauan yang jelas, strategi penelusuran literatur yang transparan sesuai jenis tinjauan, kriteria pemilihan sumber apabila relevan, serta analisis komparatif yang menghasilkan pemahaman atau kerangka konseptual baru. Artikel tidak cukup hanya merangkum isi publikasi terdahulu.
2.3. Laporan Kasus (Case Report)
Laporan kasus membahas kasus teknis, praktis, atau fenomena khusus yang memiliki nilai pembelajaran dan kontribusi ilmiah. Artikel harus menjelaskan konteks kasus, tujuan, prosedur atau metode penanganan, bukti yang digunakan, hasil evaluasi, serta pelajaran atau implikasi yang dapat ditarik dari kasus tersebut.
2.4. Komunikasi Singkat (Short Communication)
Komunikasi singkat menyampaikan temuan awal, hasil penting yang spesifik, atau kontribusi teknis yang memerlukan penyampaian ringkas. Artikel harus tetap memiliki tujuan yang jelas, metode atau prosedur yang memadai, bukti pendukung, pembahasan yang relevan, dan kesimpulan yang sesuai dengan hasil.
Semua jenis artikel wajib memenuhi standar integritas akademik, relevansi ilmiah, keterlacakan sumber, dan kualitas argumentasi yang ditetapkan jurnal.
3. Sistematika dan Format Penulisan Artikel
Naskah disusun menggunakan urutan bagian berikut.
-
Judul artikel dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
-
Nama penulis, afiliasi, dan penulis korespondensi.
-
Abstrak dalam bahasa Indonesia.
-
Kata kunci dalam bahasa Indonesia.
-
Abstract dalam bahasa Inggris.
-
Keywords dalam bahasa Inggris.
-
Pernyataan lisensi hak cipta.
-
-
Pendahuluan.
-
-
-
Metode.
-
-
-
Hasil dan Pembahasan.
-
-
-
Kesimpulan.
-
-
Ucapan Terima Kasih, jika relevan.
-
Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan.
-
Kontribusi Penulis.
-
Pernyataan Pendanaan.
-
Konflik Kepentingan.
-
Daftar Pustaka.
Bagian tambahan, seperti ucapan terima kasih, dapat dihilangkan apabila tidak relevan. Pernyataan lain harus disesuaikan dengan kondisi penelitian dan kebijakan jurnal.
4. Judul Artikel
Setiap naskah harus mencantumkan judul dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Ketentuan penulisan judul adalah sebagai berikut:
-
Judul harus ringkas, spesifik, informatif, dan mencerminkan substansi utama penelitian.
-
Judul harus menunjukkan fokus kajian, objek atau variabel penting, dan konteks penelitian apabila diperlukan.
-
Judul bahasa Inggris harus merupakan terjemahan yang akurat dan konsisten dengan judul bahasa Indonesia.
-
Hindari judul yang terlalu umum, ambigu, berlebihan, atau tidak mencerminkan isi naskah.
-
Hindari singkatan yang tidak lazim, formula yang tidak diperlukan, dan istilah yang berpotensi menimbulkan salah tafsir.
-
Kedua judul ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 14 pt, tebal, dan rata tengah sesuai template.
5. Nama Penulis dan Afiliasi
Nama seluruh penulis harus dicantumkan sesuai dengan identitas akademik masing-masing. Urutan penulis harus mencerminkan kontribusi yang disepakati oleh seluruh penulis.
Informasi yang wajib dicantumkan meliputi:
-
Nama lengkap setiap penulis.
-
Nomor penanda afiliasi untuk menghubungkan penulis dengan institusinya.
-
Nama program studi atau departemen, fakultas, universitas atau institusi, kota, dan negara.
-
Alamat email penulis korespondensi.
Nama penulis ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 11 pt. Informasi afiliasi dan alamat email penulis korespondensi ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 10 pt.
Penulis korespondensi bertanggung jawab atas komunikasi dengan editor dan jurnal selama proses pengajuan, penelaahan, revisi, dan penerbitan. Seluruh penulis harus menyetujui versi akhir naskah serta urutan kepenulisan sebelum pengajuan.
6. Abstrak dan Kata Kunci
6.1. Abstrak Bahasa Indonesia
Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan panjang maksimal 200 kata. Abstrak harus dapat dipahami secara mandiri dan menyampaikan inti penelitian secara ringkas.
Abstrak sekurang-kurangnya memuat:
-
Latar belakang atau permasalahan penelitian.
-
Tujuan penelitian.
-
Metode atau pendekatan yang digunakan.
-
Hasil utama yang didukung data.
-
Kesimpulan dan implikasi penelitian apabila relevan.
Abstrak tidak boleh memuat sitasi, tabel, gambar, atau persamaan. Hindari pernyataan umum yang tidak menjelaskan temuan penelitian. Hasil utama sebaiknya disampaikan secara spesifik, bukan hanya menyatakan bahwa penelitian telah berhasil dilakukan.
6.2. Kata Kunci
Kata kunci berjumlah lima istilah atau frasa yang mewakili konsep utama penelitian. Kata kunci ditulis setelah abstrak dan dipisahkan menggunakan tanda titik koma.
Pilih istilah yang spesifik, relevan, dan berpotensi membantu pengindeksan serta penelusuran artikel. Hindari pengulangan yang tidak perlu terhadap seluruh kata dalam judul.
6.3. Abstract dan Keywords
Abstract ditulis dalam bahasa Inggris, dalam satu paragraf dengan panjang maksimal 200 kata. Isinya harus konsisten dengan abstrak bahasa Indonesia, termasuk tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan.
Keywords berjumlah lima istilah atau frasa dalam bahasa Inggris yang ekuivalen secara konseptual dengan kata kunci bahasa Indonesia.
Abstrak, kata kunci, abstract, dan keywords menggunakan Aptos Narrow ukuran 11 pt sesuai template jurnal.
7. Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Naskah menggunakan pernyataan lisensi berikut sesuai dengan template jurnal:
© [Tahun] The Authors. This article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Tahun harus disesuaikan dengan tahun penerbitan artikel. Penulis wajib memastikan bahwa penggunaan materi pihak ketiga, termasuk gambar, tabel, dan ilustrasi, memenuhi ketentuan hak cipta serta lisensi yang berlaku.
8. Pendahuluan
Bagian pendahuluan menjelaskan dasar ilmiah dan urgensi penelitian. Penulis harus menyusun argumentasi secara logis dari permasalahan umum menuju permasalahan khusus yang menjadi fokus penelitian.
Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat:
8.1. Latar Belakang
Jelaskan konteks permasalahan, kondisi aktual, urgensi kajian, dan alasan penelitian perlu dilakukan. Pernyataan yang bersifat faktual atau didasarkan pada penelitian sebelumnya harus didukung referensi yang relevan.
8.2. State of the Art
Uraikan perkembangan penelitian terkini berdasarkan literatur ilmiah yang relevan, terutama publikasi primer dan penelitian dalam sepuluh tahun terakhir. Pembahasan harus mengidentifikasi temuan penting, pendekatan yang digunakan, serta perkembangan pengetahuan pada bidang yang dikaji.
8.3. Research Gap
Jelaskan aspek yang belum terjawab, keterbatasan pendekatan sebelumnya, inkonsistensi hasil, atau kebutuhan pengembangan pengetahuan yang mendasari penelitian. Kesenjangan penelitian harus diturunkan dari analisis literatur, bukan sekadar pernyataan bahwa topik tersebut belum pernah diteliti.
8.4. Novelty dan Kontribusi
Jelaskan secara spesifik kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan. Kebaruan dapat berupa pendekatan metodologis, pengembangan model, konteks penerapan yang memberikan wawasan baru, temuan empiris, atau sintesis konseptual. Klaim kebaruan harus proporsional dan didukung pembandingan dengan penelitian terdahulu.
8.5. Tujuan Penelitian
Nyatakan tujuan penelitian secara eksplisit pada bagian akhir pendahuluan. Tujuan harus konsisten dengan masalah, kesenjangan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan.
Pendahuluan tidak boleh hanya berupa kumpulan definisi atau rangkuman literatur. Setiap referensi harus digunakan untuk mendukung argumentasi dan membangun dasar ilmiah penelitian.
9. Metode
Bagian metode harus menjelaskan prosedur penelitian secara rinci dan sistematis agar pembaca dapat memahami, menilai, dan apabila memungkinkan mereplikasi penelitian.
Informasi yang disajikan disesuaikan dengan jenis penelitian dan sekurang-kurangnya mencakup:
-
Desain penelitian: jelaskan pendekatan, rancangan, atau kerangka kerja penelitian yang digunakan.
-
Lokasi dan waktu: cantumkan lokasi serta periode penelitian apabila relevan.
-
Objek, populasi, dan sampel: jelaskan objek kajian, populasi, unit analisis, teknik pengambilan sampel, jumlah sampel, dan dasar penentuannya apabila digunakan.
-
Sumber dan jenis data: uraikan data primer dan sekunder serta sumber perolehannya.
-
Teknik pengumpulan data: jelaskan observasi, survei, wawancara, pengukuran, pengujian laboratorium, simulasi, studi dokumen, atau prosedur lain yang digunakan.
-
Instrumen dan peralatan: cantumkan instrumen, perangkat lunak, spesifikasi penting, dan prosedur kalibrasi apabila relevan.
-
Variabel dan parameter: definisikan variabel, indikator, parameter, satuan, serta kriteria penilaian yang digunakan.
-
Standar dan prosedur: sebutkan standar teknis, pedoman, protokol, atau metode analisis yang digunakan, termasuk versi atau tahun apabila relevan.
-
Metode analisis: jelaskan tahapan pengolahan data, rumus, model, pengujian statistik, teknik interpretasi, atau metode sintesis literatur.
-
Etika penelitian: jelaskan persetujuan etik atau persetujuan partisipan apabila penelitian melibatkan manusia, data pribadi, atau objek yang memerlukan persetujuan khusus.
Untuk penelitian kuantitatif, jelaskan prosedur analisis, asumsi, dan kriteria evaluasi yang digunakan. Untuk penelitian kualitatif, jelaskan pemilihan informan, prosedur pengumpulan data, pengodean atau analisis tematik, serta upaya menjaga kredibilitas temuan. Untuk penelitian rekayasa, jelaskan parameter desain, kondisi batas, asumsi pemodelan, standar, dan prosedur validasi apabila relevan. Untuk artikel tinjauan, uraikan strategi penelusuran, basis data, kata kunci, rentang waktu, kriteria inklusi dan eksklusi, serta metode sintesis sesuai jenis tinjauan.
Metode harus cukup rinci untuk memungkinkan evaluasi terhadap validitas dan keterulangan penelitian. Informasi penting tidak boleh dihilangkan hanya dengan merujuk pada penelitian terdahulu.
10. Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil dan pembahasan menyajikan temuan penelitian serta analisis ilmiah yang menjelaskan arti, relevansi, dan kontribusi temuan tersebut.
10.1. Penyajian Hasil
Hasil harus disajikan secara terstruktur sesuai tujuan atau pertanyaan penelitian. Sajikan data yang relevan, seperti hasil pengukuran, perhitungan, pengujian statistik, hasil simulasi, kutipan wawancara, atau bukti empiris lain yang sesuai.
Ketentuan penyajian hasil:
-
Setiap hasil utama harus dapat ditelusuri ke data atau prosedur yang dijelaskan dalam metode.
-
Gunakan tabel, grafik, gambar, dan persamaan apabila membantu menjelaskan temuan.
-
Hindari pengulangan data yang sama secara berlebihan pada teks, tabel, dan grafik.
-
Cantumkan satuan, keterangan, kondisi pengujian, serta informasi pendukung yang diperlukan.
-
Bedakan antara hasil pengukuran, hasil perhitungan, interpretasi, dan rekomendasi.
-
Jangan menyajikan data yang tidak relevan dengan tujuan penelitian tanpa alasan ilmiah yang jelas.
10.2. Analisis dan Interpretasi
Penulis harus menjelaskan makna temuan, pola yang muncul, hubungan antartemuan, faktor yang memengaruhi hasil, serta mekanisme yang dapat menjelaskan fenomena yang diamati.
Interpretasi harus didasarkan pada data dan penalaran ilmiah. Penulis tidak boleh membuat klaim sebab-akibat apabila desain penelitian hanya mendukung hubungan atau asosiasi. Ketidakpastian, asumsi, dan keterbatasan data harus dipertimbangkan dalam penafsiran.
10.3. Perbandingan dengan Penelitian Terdahulu
Bandingkan temuan dengan teori, standar, dan penelitian terdahulu yang relevan dan mutakhir. Pembandingan harus menjelaskan:
-
Kesamaan dan perbedaan hasil.
-
Kemungkinan penyebab kesesuaian atau perbedaan.
-
Pengaruh perbedaan metode, sampel, kondisi pengujian, atau konteks penelitian.
-
Kontribusi temuan terhadap pengetahuan yang telah tersedia.
Pernyataan bahwa hasil penelitian “sejalan” atau “berbeda” dengan penelitian terdahulu harus disertai penjelasan ilmiah yang memadai.
10.4. Kontribusi dan Implikasi
Jelaskan bagaimana temuan menjawab research gap dan mendukung novelty yang telah dikemukakan dalam pendahuluan. Uraikan implikasi teoretis, metodologis, praktis, atau kebijakan sesuai dengan karakteristik penelitian.
Bedakan temuan yang telah dibuktikan secara langsung dari interpretasi, hipotesis penjelas, dan rekomendasi penulis.
10.5. Keterbatasan Penelitian
Apabila relevan, jelaskan keterbatasan data, metode, sampel, asumsi, instrumen, cakupan objek, atau generalisasi hasil. Keterbatasan harus digunakan untuk membatasi klaim dan menjelaskan ruang lingkup keberlakuan temuan.
Hasil dan pembahasan dapat disajikan secara terpadu atau dipisahkan menjadi subbagian sesuai kebutuhan. Namun, artikel harus menunjukkan hubungan yang jelas antara hasil, interpretasi, literatur terdahulu, kesenjangan penelitian, dan kontribusi ilmiah.
11. Kesimpulan
Kesimpulan harus menjawab tujuan penelitian secara langsung dan didasarkan pada hasil serta pembahasan yang telah disajikan.
Kesimpulan sekurang-kurangnya memuat:
-
Temuan utama yang menjawab tujuan atau pertanyaan penelitian.
-
Makna atau kontribusi penting hasil penelitian.
-
Implikasi praktis atau teoretis apabila relevan.
-
Rekomendasi atau arah penelitian lanjutan apabila didukung oleh temuan dan keterbatasan penelitian.
Kesimpulan harus ringkas, spesifik, dan tidak mengulang pembahasan secara terperinci. Bagian ini tidak boleh memperkenalkan data baru, hasil yang belum dibahas, atau klaim yang melampaui bukti penelitian.
Apabila kesimpulan disajikan sebagai bagian tersendiri, gunakan judul “4. Kesimpulan”. Rekomendasi penelitian lanjutan harus berkaitan langsung dengan temuan atau keterbatasan yang telah diidentifikasi.
12. Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih digunakan untuk menyebut individu, institusi, laboratorium, mitra, atau pihak lain yang memberikan dukungan relevan terhadap pelaksanaan penelitian tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai penulis.
Cantumkan nama pihak yang diberi ucapan terima kasih secara akurat dan pastikan pihak terkait menyetujui penyebutan namanya. Dukungan pendanaan utama juga harus diungkapkan pada bagian pernyataan pendanaan.
Bagian ini dapat dihilangkan apabila tidak ada kontribusi khusus yang perlu diakui.
13. Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif
Penulis wajib mengungkapkan penggunaan kecerdasan buatan generatif sesuai kebijakan jurnal dan ketentuan yang berlaku.
13.1. Apabila menggunakan AI generatif
Nyatakan nama alat atau platform, tujuan penggunaannya, serta bagian naskah yang dibantu. Contoh:
“Penulis menggunakan [nama alat atau platform AI] untuk membantu [tujuan penggunaan] pada bagian [bagian naskah yang relevan]. Seluruh keluaran telah ditinjau, diverifikasi, dan disunting oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh atas keakuratan, integritas, isi ilmiah, serta versi akhir naskah.”
13.2. Apabila tidak menggunakan AI generatif
Gunakan pernyataan berikut apabila sesuai dengan kondisi sebenarnya:
“Penulis menyatakan bahwa tidak menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk menghasilkan atau mengembangkan substansi ilmiah dalam naskah ini.”
Penulis harus menyesuaikan pernyataan dengan penggunaan aktual dan kebijakan jurnal. AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis. Tanggung jawab atas isi, keakuratan data, keaslian karya, dan kepatuhan etika tetap berada pada penulis.
14. Kontribusi Penulis
Setiap penulis harus memiliki kontribusi nyata terhadap penelitian atau penyusunan artikel. Kontribusi masing-masing penulis dinyatakan secara transparan.
Penulis dapat menggunakan taksonomi CRediT, yang mencakup peran seperti:
-
Conceptualization.
-
Methodology.
-
Investigation.
-
Data curation.
-
Formal analysis.
-
Software.
-
Validation.
-
Visualization.
-
Writing – original draft.
-
Writing – review and editing.
-
Supervision.
-
Project administration.
-
Funding acquisition.
Pilih hanya peran yang benar-benar dilakukan oleh masing-masing penulis. Contoh:
“Penulis Pertama berkontribusi pada konseptualisasi, metodologi, analisis data, dan penulisan draf awal. Penulis Kedua berkontribusi pada pengumpulan data dan validasi. Penulis Ketiga berkontribusi pada supervisi dan peninjauan naskah. Seluruh penulis telah membaca dan menyetujui versi akhir naskah.”
Contoh tersebut harus disesuaikan dengan kontribusi aktual dan tidak boleh digunakan tanpa verifikasi.
15. Pernyataan Pendanaan
Penulis harus mengungkapkan sumber pendanaan yang mendukung penelitian, termasuk nama lembaga atau program dan nomor kontrak atau hibah apabila tersedia.
Apabila penelitian memperoleh pendanaan, gunakan pernyataan yang sesuai, misalnya:
“Penelitian ini didanai oleh [nama lembaga atau program pendanaan] berdasarkan [nomor kontrak atau nomor hibah].”
Apabila penelitian tidak menerima pendanaan khusus, gunakan pernyataan berikut apabila benar:
“Penelitian ini tidak menerima pendanaan khusus dari lembaga pendanaan publik, komersial, atau nirlaba.”
Pernyataan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan tidak boleh menyembunyikan sumber dukungan finansial yang relevan.
16. Konflik Kepentingan
Penulis harus mengungkapkan kepentingan finansial, profesional, personal, atau hubungan lain yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan penelitian, interpretasi hasil, atau penyusunan naskah.
Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, gunakan pernyataan berikut:
“Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan yang dapat memengaruhi pelaksanaan penelitian, interpretasi hasil, atau penyusunan naskah ini.”
Apabila terdapat konflik kepentingan, jelaskan bentuknya secara transparan. Pengungkapan konflik kepentingan tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran, tetapi diperlukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan ilmiah.
17. Ketentuan Tabel, Gambar, Grafik, dan Persamaan
17.1. Tabel
-
Setiap tabel diberi nomor secara berurutan berdasarkan kemunculan pertama.
-
Judul tabel ditempatkan di atas tabel.
-
Tabel wajib dirujuk terlebih dahulu dalam teks, menggunakan format “Tabel 1”.
-
Gunakan judul yang informatif, nama kolom yang jelas, dan satuan pengukuran apabila diperlukan.
-
Keterangan simbol, singkatan, sumber data, dan catatan penting diletakkan di bawah tabel apabila diperlukan.
-
Tabel harus terbaca dengan jelas dan tidak digunakan untuk mengulang seluruh informasi yang sudah dijelaskan dalam teks.
17.2. Gambar dan Grafik
-
Setiap gambar atau grafik diberi nomor secara berurutan.
-
Judul atau keterangan gambar ditempatkan di bawah gambar.
-
Gambar wajib dirujuk terlebih dahulu dalam teks, menggunakan format “Gambar 1”.
-
Gambar harus memiliki resolusi dan keterbacaan yang memadai.
-
Grafik harus menampilkan label sumbu, satuan, legenda, dan informasi pendukung apabila relevan.
-
Gambar yang diadaptasi atau direproduksi dari sumber lain harus mencantumkan sumber dan memenuhi ketentuan hak cipta.
-
Gambar tidak boleh dimanipulasi dengan cara yang mengubah makna atau merepresentasikan bukti secara menyesatkan.
17.3. Persamaan
-
Persamaan diberi nomor secara berurutan dan ditulis menggunakan angka dalam tanda kurung.
-
Nomor persamaan diletakkan di sisi kanan.
-
Setiap persamaan harus dirujuk dalam teks menggunakan format “Persamaan (1)”.
-
Seluruh simbol, variabel, parameter, konstanta, dan satuan harus dijelaskan apabila belum didefinisikan sebelumnya.
-
Persamaan harus ditulis secara jelas dan konsisten dengan metode analisis yang digunakan.
Gambar, tabel, dan persamaan ditempatkan sedekat mungkin dengan bagian teks yang pertama kali merujuknya. Penomoran harus konsisten dari awal hingga akhir naskah.
18. Sitasi dan Daftar Pustaka: Gaya IEEE
Seluruh sitasi dan daftar pustaka harus mengikuti gaya IEEE. Penomoran referensi didasarkan pada urutan kemunculan pertama dalam teks.
18.1. Sitasi dalam Teks
-
Gunakan nomor referensi dalam tanda kurung siku, misalnya [1].
-
Apabila merujuk beberapa sumber, gunakan nomor masing-masing, misalnya [1], [2], [3].
-
Nomor referensi yang sama harus digunakan kembali ketika sumber yang sama disitasi pada bagian lain.
-
Nomor referensi tidak boleh berubah-ubah untuk sumber yang sama.
-
Referensi harus ditempatkan sedekat mungkin dengan pernyataan yang didukung.
-
Hindari sitasi yang tidak relevan, tidak diverifikasi, atau tidak benar-benar mendukung pernyataan yang dirujuk.
18.2. Jumlah dan Jenis Referensi
Setiap artikel wajib menggunakan sekurang-kurangnya 15 referensi. Penulis harus mengutamakan sumber acuan primer, seperti artikel jurnal ilmiah, makalah prosiding, tesis, disertasi, manuskrip ilmiah yang dapat diverifikasi, dan monograf hasil penelitian.
Buku teks, laman web umum, berita populer, serta sumber sekunder lainnya dapat digunakan apabila relevan, tetapi tidak boleh mendominasi daftar pustaka ketika tersedia sumber primer yang sesuai.
Setiap referensi harus benar-benar digunakan untuk mendukung landasan teori, metode, analisis, atau pembahasan.
18.3. Kemutakhiran Referensi
Referensi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir harus diprioritaskan untuk menggambarkan perkembangan penelitian terkini. Referensi yang lebih lama dapat digunakan apabila merupakan sumber fundamental, teori klasik, standar penting, atau publikasi awal yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tertentu.
Referensi klasik tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk mengklaim kebaruan penelitian. Penilaian novelty harus didukung analisis terhadap penelitian terdahulu yang relevan dan mutakhir.
18.4. Kelengkapan Metadata
Setiap entri daftar pustaka harus mencantumkan informasi bibliografis yang diperlukan sesuai jenis sumber, antara lain nama penulis, judul, nama jurnal atau penerbit, volume, nomor, halaman atau nomor artikel, tahun, dan DOI apabila tersedia.
Metadata harus diperiksa berdasarkan sumber asli, laman resmi penerbit, atau basis data ilmiah yang dapat dipercaya. Jangan membuat DOI, nama penulis, judul, halaman, atau informasi bibliografis berdasarkan perkiraan.
Seluruh nama penulis dicantumkan sesuai dengan format IEEE yang diterapkan oleh jurnal. Dalam daftar pustaka, hindari penggunaan “et al.” apabila jumlah penulis dan ketentuan jurnal mengharuskan seluruh nama penulis ditulis.
18.5. Contoh Referensi IEEE
Artikel jurnal:
[1] Z. Li, H. Wang, and Y. Zhang, “Performance evaluation of recycled aggregate concrete under cyclic loading,” Construction and Building Materials, vol. 201, pp. 1–12, 2019, doi: 10.1016/j.conbuildmat.2018.11.203.
Buku:
[2] W.-K. Chen, Linear Networks and Systems. Belmont, CA, USA: Wadsworth, 1993.
Makalah prosiding:
[3] A. B. Rahman and S. H. Lee, “Seismic performance of RC structures using nonlinear analysis,” in Proceedings of the International Conference on Structural Engineering and Construction, Chicago, IL, USA, 2019, pp. 221–228.
Tesis atau disertasi:
[4] A. A. Author, “Title of thesis or dissertation,” M.S. thesis or Ph.D. dissertation, Name of Department, Name of University, City, Country, Year.
Contoh di atas digunakan untuk memperlihatkan format. Penulis tetap wajib memeriksa metadata setiap sumber berdasarkan publikasi aslinya.
18.6. Pemeriksaan Konsistensi Referensi
Sebelum mengajukan naskah, pastikan bahwa:
-
Setiap sumber dalam daftar pustaka telah disitasi dalam teks.
-
Setiap sitasi dalam teks memiliki entri yang sesuai dalam daftar pustaka.
-
Nomor referensi mengikuti urutan kemunculan pertama.
-
Tidak ada satu nomor yang digunakan untuk dua sumber berbeda.
-
Informasi bibliografis dan DOI telah diverifikasi.
-
Referensi yang digunakan relevan dengan pernyataan yang didukung.
-
Kutipan atau penggunaan gagasan pihak lain telah diakui secara tepat.
-
Referensi yang dicantumkan bukan sekadar untuk menambah jumlah daftar pustaka.
19. Etika Publikasi dan Integritas Akademik
Penulis wajib menjunjung tinggi prinsip integritas akademik dalam seluruh tahapan penelitian dan publikasi.
Ketentuan etika meliputi:
-
Orisinalitas: naskah harus merupakan karya asli dan tidak sedang dipertimbangkan secara bersamaan oleh jurnal lain.
-
Pencegahan plagiarisme: seluruh kutipan, gagasan, data, dan materi yang berasal dari pihak lain harus diakui dengan sitasi yang tepat.
-
Keaslian data: data tidak boleh direkayasa, dipalsukan, diubah secara menyesatkan, atau disajikan di luar konteks yang sebenarnya.
-
Publikasi ganda: penulis tidak boleh menerbitkan materi yang sama secara tidak semestinya sebagai beberapa artikel tanpa pengungkapan dan justifikasi yang dapat diterima.
-
Kepenulisan yang bertanggung jawab: seluruh penulis harus memberikan kontribusi nyata dan menyetujui versi akhir naskah.
-
Transparansi: pendanaan, konflik kepentingan, penggunaan AI, dan keterbatasan penelitian harus diungkapkan sesuai kebutuhan.
-
Hak cipta: penggunaan materi pihak ketiga harus memenuhi persyaratan izin atau lisensi yang berlaku.
-
Koreksi dan klarifikasi: penulis wajib bekerja sama dengan editor apabila diperlukan klarifikasi terhadap data, metode, referensi, atau integritas naskah.
Jurnal berhak melakukan pemeriksaan awal dan meminta klarifikasi atau perbaikan apabila ditemukan masalah pada orisinalitas, ketepatan sitasi, kelengkapan data, atau kepatuhan terhadap pedoman penulisan.
20. Pemeriksaan Akhir Sebelum Pengajuan
Sebelum mengirimkan naskah, penulis disarankan menggunakan daftar periksa berikut.
-
Naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
-
Panjang artikel 5–12 halaman dengan format satu kolom.
-
Judul bahasa Indonesia dan bahasa Inggris konsisten.
-
Nama penulis, afiliasi, dan email penulis korespondensi lengkap.
-
Abstrak bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing maksimal 200 kata.
-
Kata kunci dan keywords masing-masing terdiri atas lima istilah atau frasa.
-
Pendahuluan menjelaskan state of the art, research gap, novelty, dan tujuan penelitian.
-
Metode dijelaskan secara memadai dan sesuai dengan tujuan penelitian.
-
Hasil dan pembahasan memuat analisis kritis serta perbandingan dengan penelitian terdahulu.
-
Kesimpulan menjawab tujuan dan didukung oleh hasil penelitian.
-
Seluruh gambar, tabel, dan persamaan diberi nomor serta dirujuk dalam teks.
-
Jumlah referensi sekurang-kurangnya 15 sumber dan mengutamakan referensi primer.
-
Sitasi dan daftar pustaka konsisten dengan gaya IEEE.
-
Metadata referensi dan DOI telah diverifikasi.
-
Ucapan terima kasih, pernyataan penggunaan AI, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan telah disesuaikan dengan kondisi sebenarnya.
-
Naskah telah diperiksa dari sisi bahasa, konsistensi istilah, format, dan integritas akademik.
21. Template Artikel
Penulis wajib menggunakan template resmi jurnal untuk memastikan keseragaman format dan gaya selingkung.
Unduh template artikel: [unduh di sini].
Template mencakup format judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, sistematika artikel, format tabel dan gambar, persamaan, pernyataan penulis, serta daftar pustaka.
Penulis dianjurkan menggunakan template sejak tahap awal penulisan. Penggunaan template tidak menggantikan kewajiban penulis untuk memenuhi seluruh ketentuan substansi ilmiah dan etika publikasi dalam panduan ini.





















