Author Guidelines
Panduan Penulisan dan Pengajuan Artikel
1. Ketentuan Umum
Penulis yang mengajukan naskah ke jurnal wajib mengikuti pedoman penulisan dan template resmi jurnal. Artikel harus menyajikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara sistematis, berbasis bukti, relevan dengan kebutuhan mitra, serta menunjukkan manfaat dan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, atau penyelesaian permasalahan praktis.
Artikel yang diajukan harus memenuhi ketentuan berikut.
-
Panjang artikel berkisar antara 5–12 halaman, termasuk tabel, gambar, ucapan terima kasih, pernyataan penulis, dan daftar pustaka.
-
Naskah menggunakan format satu kolom sesuai dengan template resmi jurnal.
-
Jenis huruf utama menggunakan Aptos Narrow dengan ukuran sesuai ketentuan pada template.
-
Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik, benar, konsisten, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
-
Artikel harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal pengabdian kepada masyarakat.
-
Naskah harus merupakan karya asli, tidak sedang diproses untuk diterbitkan pada jurnal lain, dan tidak melanggar hak cipta maupun prinsip integritas akademik.
-
Permasalahan mitra, metode pelaksanaan, hasil kegiatan, dan manfaat yang dilaporkan harus didukung bukti yang relevan dan dapat diverifikasi.
-
Penulis wajib mengikuti gaya sitasi IEEE dan ketentuan referensi yang ditetapkan dalam panduan ini.
-
Penulis wajib melengkapi pernyataan penggunaan kecerdasan buatan generatif, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan sesuai kondisi sebenarnya.
-
Naskah yang tidak memenuhi ketentuan dasar penulisan dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sebelum memasuki proses penilaian substansi ilmiah.
Penulis dianjurkan menggunakan perangkat manajemen referensi, seperti Mendeley atau EndNote, untuk menjaga konsistensi sitasi dan daftar pustaka.
2. Jenis Artikel yang Dapat Diajukan
Jurnal menerima artikel pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, antara lain:
2.1. Artikel Pengabdian Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Artikel ini menyajikan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, pengetahuan, keterampilan, kemandirian, penguatan kelembagaan, atau pengembangan potensi lokal. Naskah harus menjelaskan kebutuhan mitra, pendekatan pemberdayaan, partisipasi masyarakat, hasil kegiatan, dan manfaat yang dapat dibuktikan.
2.2. Artikel Pelatihan dan Pendampingan
Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan, penyuluhan, konsultasi, pendampingan teknis, atau penguatan kapasitas kelompok sasaran. Naskah harus menjelaskan kebutuhan peserta, materi dan metode pelatihan, bentuk pendampingan, indikator keberhasilan, serta hasil evaluasi kegiatan.
2.3. Artikel Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Inovasi
Artikel ini menyajikan perancangan, pengembangan, penerapan, atau pendampingan penggunaan teknologi dan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan mitra. Naskah harus menguraikan dasar pemilihan teknologi, spesifikasi dan fungsi solusi, tahapan penerapan, keterlibatan mitra, serta bukti implementasi dan evaluasi awal.
2.4. Artikel Pengembangan Produk, Usaha, dan Layanan Masyarakat
Artikel ini membahas pendampingan pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, penguatan manajemen, pemasaran, digitalisasi usaha, atau peningkatan kualitas layanan masyarakat. Artikel harus menjelaskan kondisi awal mitra, intervensi yang diberikan, indikator capaian, dan manfaat yang didukung data.
2.5. Artikel Program Pengabdian Berbasis Lingkungan, Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan Masyarakat
Artikel ini menyajikan intervensi yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, pendidikan, kesehatan masyarakat, literasi, atau kesejahteraan sosial sesuai ruang lingkup jurnal. Metode, evaluasi, perlindungan peserta, dan klaim hasil harus disesuaikan dengan karakteristik program.
Semua jenis artikel wajib memiliki tujuan yang jelas, permasalahan mitra yang teridentifikasi, metode pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan, hasil yang didukung bukti, serta pembahasan mengenai manfaat dan keterbatasan kegiatan.
Artikel yang hanya berisi dokumentasi acara, laporan kunjungan, atau uraian aktivitas tanpa identifikasi masalah, penjelasan metode, evaluasi hasil, dan pembahasan yang memadai belum memenuhi standar publikasi jurnal.
3. Sistematika dan Format Penulisan Artikel
Naskah disusun menggunakan urutan bagian berikut.
-
Judul artikel dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
-
Nama penulis, afiliasi, dan penulis korespondensi.
-
Abstrak dalam bahasa Indonesia.
-
Kata kunci dalam bahasa Indonesia.
-
Abstract dalam bahasa Inggris.
-
Keywords dalam bahasa Inggris.
-
Pernyataan hak cipta dan lisensi.
-
1. Pendahuluan.
-
2. Metode Pelaksanaan.
-
3. Hasil dan Pembahasan.
-
4. Kesimpulan.
-
Ucapan Terima Kasih, jika relevan.
-
Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan.
-
Kontribusi Penulis.
-
Pernyataan Pendanaan.
-
Konflik Kepentingan.
-
Daftar Pustaka.
Penulis harus mengikuti struktur tersebut dan menyesuaikan subbagian dengan karakteristik kegiatan pengabdian. Ucapan terima kasih dapat dihilangkan apabila tidak relevan, sedangkan pernyataan lainnya harus disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dan kebijakan jurnal.
4. Judul Artikel
Setiap naskah harus mencantumkan judul dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Ketentuan penulisan judul adalah sebagai berikut.
-
Judul harus ringkas, spesifik, informatif, dan mencerminkan substansi utama kegiatan pengabdian.
-
Judul sebaiknya menunjukkan bentuk kegiatan atau solusi, permasalahan yang ditangani, kelompok sasaran atau mitra, serta konteks kegiatan apabila diperlukan.
-
Judul bahasa Inggris harus merupakan terjemahan yang akurat dan konsisten dengan judul bahasa Indonesia.
-
Hindari judul yang terlalu umum, ambigu, berlebihan, atau hanya menyebutkan nama kegiatan tanpa menjelaskan fokus pengabdian.
-
Hindari singkatan yang tidak lazim dan istilah yang berpotensi menimbulkan salah tafsir.
-
Kedua judul ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 14 pt, tebal, dan rata tengah sesuai template.
Judul harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan. Hindari penggunaan istilah seperti peningkatan efektivitas, peningkatan kesejahteraan, atau keberhasilan program apabila hasil yang mendukung klaim tersebut belum dievaluasi.
5. Nama Penulis dan Afiliasi
Nama seluruh penulis harus dicantumkan sesuai identitas akademik masing-masing. Urutan penulis harus mencerminkan kontribusi yang disepakati oleh seluruh penulis.
Informasi yang wajib dicantumkan meliputi:
-
Nama lengkap setiap penulis.
-
Nomor penanda afiliasi yang menghubungkan penulis dengan institusinya.
-
Nama program studi atau departemen, fakultas, universitas atau institusi, kota, dan negara.
-
Alamat email penulis korespondensi.
Nama penulis ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 11 pt. Informasi afiliasi dan alamat email penulis korespondensi ditulis menggunakan Aptos Narrow ukuran 10 pt.
Penulis korespondensi bertanggung jawab atas komunikasi dengan editor dan jurnal selama proses pengajuan, penelaahan, revisi, dan penerbitan. Seluruh penulis harus menyetujui versi akhir naskah serta urutan kepenulisan sebelum pengajuan.
Keterlibatan mitra dalam kegiatan tidak secara otomatis menjadikan seluruh anggota mitra sebagai penulis. Kepenulisan harus didasarkan pada kontribusi intelektual dan tanggung jawab terhadap artikel. Kontribusi mitra yang tidak memenuhi kriteria kepenulisan dapat dijelaskan dalam metode atau ucapan terima kasih.
6. Abstrak dan Kata Kunci
6.1. Abstrak Bahasa Indonesia
Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan panjang maksimal 200 kata. Abstrak harus dapat dipahami secara mandiri dan menyampaikan inti kegiatan pengabdian secara ringkas.
Abstrak sekurang-kurangnya memuat:
-
Latar belakang atau permasalahan utama mitra.
-
Tujuan kegiatan pengabdian.
-
Metode atau tahapan pelaksanaan.
-
Solusi yang diterapkan dan hasil utama kegiatan.
-
Manfaat bagi mitra atau implikasi kegiatan berdasarkan bukti yang tersedia.
Hasil harus dinyatakan secara spesifik apabila tersedia data pendukung, misalnya jumlah peserta, jumlah produk atau fasilitas yang dihasilkan, capaian indikator, perubahan pengetahuan atau keterampilan, atau hasil evaluasi implementasi.
Abstrak tidak boleh memuat sitasi, tabel, gambar, atau persamaan. Hindari pernyataan umum seperti “kegiatan berjalan dengan baik” tanpa menjelaskan hasil yang dicapai.
6.2. Kata Kunci
Kata kunci berjumlah lima istilah atau frasa yang mewakili konsep utama kegiatan pengabdian. Kata kunci ditulis setelah abstrak dan dipisahkan menggunakan tanda titik koma.
Pilih istilah yang spesifik dan relevan dengan permasalahan mitra, pendekatan pengabdian, solusi, atau kelompok sasaran. Hindari pengulangan yang tidak perlu terhadap seluruh kata dalam judul.
6.3. Abstract dan Keywords
Abstract ditulis dalam bahasa Inggris, dalam satu paragraf dengan panjang maksimal 200 kata. Isinya harus konsisten dengan abstrak bahasa Indonesia, termasuk permasalahan mitra, tujuan, metode pelaksanaan, hasil utama, dan manfaat kegiatan.
Keywords berjumlah lima istilah atau frasa dalam bahasa Inggris yang ekuivalen secara konseptual dengan kata kunci bahasa Indonesia.
Abstrak, kata kunci, abstract, dan keywords menggunakan Aptos Narrow ukuran 11 pt sesuai template jurnal.
7. Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Naskah menggunakan pernyataan lisensi berikut sesuai template jurnal:
© [Tahun] The Authors. This article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Tahun harus disesuaikan dengan tahun penerbitan artikel. Penulis wajib memastikan bahwa penggunaan materi pihak ketiga, termasuk foto, gambar teknis, tabel, ilustrasi, dan materi pelatihan, memenuhi ketentuan hak cipta serta lisensi yang berlaku.
Dokumentasi yang memuat identitas atau informasi pribadi anggota masyarakat harus digunakan secara bertanggung jawab. Penulis perlu memperoleh persetujuan yang relevan apabila dokumentasi dipublikasikan dan memerlukan izin dari pihak yang bersangkutan.
8. Pendahuluan
Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang kegiatan pengabdian, kondisi aktual mitra, permasalahan prioritas, kebutuhan masyarakat, dasar ilmiah pemilihan solusi, serta tujuan dan kontribusi kegiatan.
Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat unsur berikut.
8.1. Latar Belakang dan Kondisi Mitra
Jelaskan konteks permasalahan, kondisi aktual mitra, urgensi kegiatan, dan alasan program pengabdian perlu dilaksanakan. Uraikan profil mitra secara proporsional, seperti karakteristik kelompok sasaran, lokasi, kondisi sosial atau ekonomi yang relevan, potensi lokal, serta kendala yang dihadapi.
Permasalahan harus didasarkan pada bukti yang relevan, seperti observasi lapangan, komunikasi dengan mitra, wawancara, survei awal, data sekunder, atau dokumen pendukung. Penulis tidak boleh menyajikan asumsi sebagai fakta atau mengklaim telah melakukan asesmen yang sebenarnya tidak dilakukan.
8.2. Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Mitra
Jelaskan permasalahan utama yang dihadapi mitra dan alasan permasalahan tersebut menjadi prioritas kegiatan. Uraikan dampak praktis permasalahan terhadap kegiatan, kapasitas, produktivitas, kualitas layanan, kondisi lingkungan, atau aspek lain yang relevan.
Apabila terdapat beberapa permasalahan, jelaskan prioritas penanganannya dan hubungan antara kebutuhan mitra dengan solusi yang direncanakan.
8.3. Dasar Ilmiah dan Perkembangan Pengetahuan
Uraikan penelitian dan program pengabdian terdahulu yang relevan dengan permasalahan, metode, teknologi, atau pendekatan pemberdayaan yang dipilih. Literatur harus digunakan untuk membangun dasar ilmiah dan menjelaskan alasan pemilihan solusi, bukan sekadar menyajikan kumpulan definisi.
Penulis dianjurkan mengutamakan publikasi primer dan referensi mutakhir. Pembahasan perlu menunjukkan pelajaran dari pendekatan sebelumnya, efektivitas yang telah dilaporkan, keterbatasan penerapan, serta relevansinya terhadap kondisi mitra.
8.4. Kesenjangan Praktik, Kebaruan, dan Kontribusi
Jelaskan kebutuhan mitra atau kesenjangan praktik (practice gap) yang belum tertangani secara memadai. Penulis harus menunjukkan aspek yang membedakan kegiatan dari program sebelumnya dan menjelaskan kontribusi yang ditawarkan.
Kebaruan kegiatan pengabdian dapat berupa penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal, adaptasi metode pendampingan, integrasi pendekatan pemberdayaan, model kerja sama dengan mitra, atau pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan spesifik masyarakat.
Kebaruan tidak boleh hanya didasarkan pada perbedaan lokasi atau kelompok sasaran. Klaim harus proporsional dengan bentuk intervensi dan hasil yang benar-benar tersedia.
8.5. Tujuan Kegiatan
Nyatakan tujuan pengabdian secara eksplisit pada bagian akhir pendahuluan. Tujuan harus konsisten dengan permasalahan mitra, solusi yang ditawarkan, tahapan pelaksanaan, indikator keberhasilan, dan hasil yang dilaporkan.
Pendahuluan harus disusun secara ringkas, koheren, dan argumentatif sehingga pembaca memahami urgensi, dasar ilmiah, kebutuhan mitra, kebaruan, serta kontribusi kegiatan.
9. Metode Pelaksanaan
Bagian metode pelaksanaan harus menjelaskan secara rinci, sistematis, dan transparan bagaimana kegiatan pengabdian direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan diarahkan untuk keberlanjutan. Uraian harus memadai agar pembaca dapat menilai kesesuaian metode dengan kebutuhan mitra dan kemungkinan penerapan pendekatan serupa pada konteks lain.
Metode sekurang-kurangnya mencakup unsur berikut sesuai karakteristik kegiatan.
9.1. Lokasi, Waktu, dan Mitra
Cantumkan lokasi dan periode pelaksanaan kegiatan, karakteristik umum mitra, kelompok sasaran, jumlah peserta apabila relevan, serta alasan pemilihan mitra.
Jelaskan bentuk hubungan antara tim pengabdian dan mitra, termasuk peran masing-masing pihak dalam kegiatan. Informasi pribadi yang tidak diperlukan tidak boleh dicantumkan.
9.2. Identifikasi Kebutuhan dan Penetapan Permasalahan
Uraikan cara kebutuhan mitra diidentifikasi, misalnya melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok, survei, atau analisis dokumen. Jelaskan bagaimana permasalahan diprioritaskan dan bagaimana masukan mitra dipertimbangkan dalam penentuan solusi.
Jika kegiatan menggunakan informasi awal yang diperoleh melalui komunikasi atau observasi informal, jelaskan secara jujur metode yang benar-benar dilakukan. Jangan mengklaim penggunaan instrumen atau prosedur asesmen formal apabila tidak tersedia.
9.3. Solusi dan Pendekatan Pengabdian
Jelaskan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra, dasar pemilihan solusi, serta pendekatan pelaksanaan yang digunakan. Pendekatan dapat berupa pelatihan, pendampingan, penyuluhan, penerapan teknologi tepat guna, pembangunan fasilitas, pengembangan produk, penguatan manajemen, atau pemberdayaan masyarakat.
Hubungkan setiap permasalahan prioritas dengan solusi, bentuk intervensi, luaran yang ditargetkan, dan indikator keberhasilan. Penjelasan ini diperlukan agar kesesuaian antara kebutuhan mitra dan rancangan kegiatan dapat dinilai.
9.4. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Jelaskan tahapan pelaksanaan secara berurutan berdasarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan. Tahapan dapat mencakup:
-
Persiapan dan koordinasi dengan mitra.
-
Identifikasi atau verifikasi kebutuhan mitra.
-
Perencanaan solusi dan persiapan perangkat kegiatan.
-
Pelaksanaan pelatihan, pendampingan, atau penerapan solusi.
-
Evaluasi hasil pelaksanaan dan tanggapan mitra.
-
Penyusunan rekomendasi serta rencana keberlanjutan.
Tahapan tersebut bersifat adaptif dan harus disesuaikan dengan karakteristik kegiatan. Penulis tidak diperkenankan mencantumkan tahapan yang tidak dilaksanakan.
Apabila tahapan kegiatan disajikan dalam diagram, diagram harus dirujuk terlebih dahulu dalam teks. Sebagai contoh, alur pelaksanaan program pengabdian ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
9.5. Partisipasi Mitra
Jelaskan bentuk keterlibatan mitra dalam identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Partisipasi dapat berupa penyediaan informasi, tenaga, tempat, bahan, peralatan, peserta, sumber daya lokal, atau pengelolaan hasil kegiatan.
Uraian harus menunjukkan keterlibatan aktual mitra dan tidak sekadar menyebutkan mitra sebagai penerima manfaat. Jika peran mitra terbatas pada tahap tertentu, jelaskan batasan tersebut secara transparan.
9.6. Instrumen dan Evaluasi Keberhasilan
Jelaskan indikator keberhasilan, instrumen evaluasi, teknik pengumpulan data, dan metode analisis yang digunakan untuk menilai hasil kegiatan.
Indikator dapat meliputi jumlah peserta, ketercapaian luaran, perubahan pengetahuan atau keterampilan, keberhasilan penerapan teknologi, perubahan praktik, pemanfaatan produk atau fasilitas, serta tanggapan mitra.
Evaluasi dapat menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, tes pengetahuan, lembar observasi, wawancara, dokumentasi, pengukuran teknis, atau instrumen lain yang relevan.
Jika menggunakan data sebelum dan sesudah kegiatan, jelaskan jumlah responden atau objek yang dinilai, cara pengukuran, dan metode analisis. Apabila tidak tersedia data awal atau evaluasi komparatif, penulis tidak boleh mengklaim peningkatan kuantitatif yang tidak terukur. Dalam kondisi tersebut, hasil dapat dinilai melalui bukti implementasi, observasi, dokumentasi, atau tanggapan mitra, dengan menjelaskan keterbatasannya.
9.7. Etika dan Perlindungan Peserta
Kegiatan yang melibatkan masyarakat harus memperhatikan persetujuan partisipasi, privasi, keamanan, dan penggunaan dokumentasi. Jelaskan persetujuan etik atau persetujuan partisipan apabila relevan dengan jenis kegiatan dan kebijakan institusi.
Data pribadi, foto, kutipan wawancara, atau informasi sensitif hanya boleh digunakan sesuai tujuan yang sah dan dengan memperhatikan persetujuan serta ketentuan yang berlaku.
10. Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil dan pembahasan harus menjelaskan pelaksanaan kegiatan, luaran yang dihasilkan, capaian terhadap tujuan, manfaat bagi mitra, serta interpretasi kritis terhadap hasil. Penyajian tidak boleh berhenti pada laporan aktivitas atau dokumentasi acara, tetapi harus menunjukkan hubungan antara permasalahan awal, solusi yang diterapkan, bukti hasil, dan kontribusi program.
10.1. Pelaksanaan Kegiatan
Jelaskan realisasi kegiatan berdasarkan tahapan yang diuraikan dalam metode. Uraikan bentuk aktivitas, waktu pelaksanaan, jumlah peserta apabila relevan, materi atau teknologi yang digunakan, keterlibatan mitra, serta kendala dan penyesuaian selama kegiatan.
Dokumentasi foto, diagram, gambar teknis, atau ilustrasi dapat digunakan untuk memperlihatkan proses dan hasil kegiatan. Setiap dokumentasi harus memiliki keterangan yang informatif serta dirujuk terlebih dahulu dalam teks.
Dokumentasi harus berasal dari kegiatan atau proses yang benar-benar dilakukan. Gambar desain, ilustrasi konseptual, foto pembangunan, dan foto hasil implementasi harus dibedakan secara jelas agar tidak menimbulkan kesan bahwa suatu tahap telah selesai apabila sebenarnya belum dilaksanakan.
10.2. Hasil Implementasi Solusi
Jelaskan hasil nyata dari solusi yang diterapkan kepada mitra. Hasil dapat berupa teknologi yang dibangun, fasilitas yang tersedia, produk yang dikembangkan, modul pelatihan, sistem kerja, perangkat manajemen, keterampilan yang diperoleh, atau bentuk luaran lain yang relevan.
Untuk kegiatan yang menghasilkan produk fisik atau teknologi tepat guna, uraikan spesifikasi utama, fungsi, cara pemanfaatan, kesesuaian dengan kebutuhan mitra, dan status implementasinya. Bedakan antara desain, prototipe, produk yang telah selesai dibuat, dan produk yang telah digunakan oleh mitra.
Untuk kegiatan pelatihan atau pemberdayaan, jelaskan jumlah peserta yang terlibat, materi yang diberikan, kompetensi yang ditargetkan, dan bukti ketercapaian hasil.
Hasil harus didukung bukti yang relevan, seperti data pengukuran, evaluasi, dokumentasi, catatan pelaksanaan, atau kutipan wawancara yang diperoleh secara sah. Penulis tidak boleh mengarang angka, tanggapan peserta, atau capaian program.
10.3. Evaluasi Capaian dan Manfaat bagi Mitra
Analisis sejauh mana kegiatan menjawab permasalahan dan memenuhi tujuan pengabdian. Evaluasi harus mengacu pada indikator keberhasilan yang telah dijelaskan dalam metode.
Jika menggunakan indikator kuantitatif, jelaskan nilai awal dan akhir apabila tersedia, jumlah responden atau objek yang dinilai, metode perhitungan, dan makna perubahan yang diperoleh.
Jika menggunakan pendekatan kualitatif, uraikan hasil observasi, tanggapan mitra, atau temuan wawancara secara sistematis dan sesuai bukti.
Penulis harus membedakan tiga tingkat capaian berikut:
-
Luaran (output): produk, fasilitas, modul, pelatihan, atau layanan yang dihasilkan secara langsung.
-
Hasil (outcome): perubahan pengetahuan, keterampilan, kapasitas, praktik, atau pemanfaatan solusi yang dapat dibuktikan.
-
Dampak (impact): perubahan jangka menengah atau panjang, seperti peningkatan kesejahteraan atau perbaikan kondisi lingkungan, yang memerlukan bukti dan evaluasi yang sesuai.
Tersedianya produk atau fasilitas tidak secara otomatis membuktikan peningkatan kesejahteraan, efektivitas, atau keberlanjutan. Klaim manfaat harus disesuaikan dengan tingkat bukti yang tersedia.
Tabel dapat digunakan untuk merangkum hubungan antara permasalahan, intervensi, indikator keberhasilan, dan hasil kegiatan. Sebagai contoh, matriks evaluasi disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Matriks evaluasi capaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
| Permasalahan mitra | Solusi yang diterapkan | Indikator keberhasilan | Hasil yang diperoleh |
|---|---|---|---|
| [Permasalahan 1] | [Solusi 1] | [Indikator] | [Hasil berdasarkan bukti] |
| [Permasalahan 2] | [Solusi 2] | [Indikator] | [Hasil berdasarkan bukti] |
| [Permasalahan 3] | [Solusi 3] | [Indikator] | [Hasil berdasarkan bukti] |
Catatan: Tabel tersebut merupakan ilustrasi dan harus disesuaikan dengan data aktual kegiatan.
10.4. Pembahasan dan Perbandingan dengan Kegiatan Terdahulu
Pembahasan harus menafsirkan hasil kegiatan secara kritis berdasarkan literatur ilmiah yang relevan dan mutakhir. Penulis perlu menjelaskan mengapa solusi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan mitra, faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan, serta kondisi yang memengaruhi penerapan solusi.
Bandingkan hasil kegiatan dengan penelitian atau program pengabdian terdahulu. Pembandingan harus menjelaskan kesamaan, perbedaan, dan kemungkinan penyebabnya, bukan sekadar menyatakan bahwa hasil kegiatan sejalan dengan penelitian sebelumnya.
Pembahasan juga harus menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap praktik pemberdayaan masyarakat, penerapan teknologi, peningkatan kapasitas, atau pengembangan pendekatan pengabdian. Klaim kebaruan harus proporsional terhadap cakupan kegiatan dan bukti yang tersedia.
10.5. Kendala, Keterbatasan, dan Keberlanjutan Program
Jelaskan kendala selama pelaksanaan, keterbatasan sumber daya, waktu, partisipasi, instrumen evaluasi, atau cakupan sasaran. Uraikan bagaimana keterbatasan tersebut memengaruhi capaian dan interpretasi hasil.
Jika relevan, jelaskan rencana pemeliharaan fasilitas, penggunaan teknologi, pelatihan lanjutan, pendampingan, penguatan kelembagaan, atau mekanisme pengelolaan hasil kegiatan oleh mitra.
Keberlanjutan harus dijelaskan berdasarkan rencana, mekanisme, atau komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan menyatakan program telah berkelanjutan apabila pemanfaatan jangka panjangnya belum diverifikasi.
Hasil dan pembahasan dapat disajikan secara terpadu atau dalam subbagian terpisah sesuai karakteristik kegiatan. Namun, artikel wajib menunjukkan hubungan yang jelas antara kebutuhan mitra, metode pelaksanaan, capaian yang dapat diverifikasi, analisis ilmiah, dan manfaat kegiatan.
11. Kesimpulan
Kesimpulan harus menjawab tujuan pengabdian secara langsung dan merangkum capaian utama berdasarkan hasil dan pembahasan.
Kesimpulan sekurang-kurangnya memuat:
-
Permasalahan mitra yang ditangani dan solusi yang diterapkan.
-
Capaian utama atau luaran kegiatan yang didukung bukti.
-
Manfaat bagi mitra sesuai hasil evaluasi.
-
Rekomendasi atau langkah keberlanjutan apabila relevan.
Kesimpulan harus ringkas, spesifik, dan tidak mengulang seluruh uraian hasil. Bagian ini tidak boleh memuat data baru, klaim dampak yang belum dievaluasi, atau pernyataan keberhasilan yang melampaui bukti.
Rekomendasi harus berkaitan langsung dengan temuan, kebutuhan mitra, dan keterbatasan kegiatan. Apabila kesimpulan disajikan sebagai bagian tersendiri, gunakan judul “4. Kesimpulan”.
Artikel yang diterima untuk diterbitkan dibatasi antara 5–12 halaman dengan format satu kolom mengikuti template jurnal.
12. Ucapan Terima Kasih
Penulis dapat menyampaikan terima kasih kepada mitra pengabdian, kelompok masyarakat, pemerintah setempat, institusi, lembaga pendanaan, atau pihak lain yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Ucapan terima kasih harus mencerminkan kontribusi aktual pihak yang disebutkan. Pastikan persetujuan diperoleh apabila penyebutan nama atau identitas pihak tertentu memerlukannya.
Bagian ini dapat dihilangkan apabila tidak ada kontribusi khusus yang perlu diakui. Sumber pendanaan tetap harus diungkapkan pada bagian pernyataan pendanaan.
13. Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif
Penulis wajib mengungkapkan penggunaan kecerdasan buatan generatif sesuai kebijakan jurnal dan ketentuan yang berlaku.
13.1. Apabila menggunakan AI generatif
Nyatakan nama alat atau platform, tujuan penggunaan, serta bagian naskah yang dibantu. Contoh:
“Penulis menggunakan [nama alat atau platform AI] untuk membantu [tujuan penggunaan, misalnya penyuntingan bahasa, penerjemahan, atau perbaikan kejelasan kalimat] pada bagian [bagian naskah yang relevan]. Seluruh keluaran telah ditinjau, diverifikasi, dan disunting oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh atas keakuratan, integritas, isi ilmiah, serta versi akhir naskah.”
13.2. Apabila tidak menggunakan AI generatif
Gunakan pernyataan berikut apabila sesuai dengan kondisi sebenarnya:
“Penulis menyatakan bahwa tidak menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk menghasilkan atau mengembangkan substansi ilmiah dalam naskah ini.”
Pernyataan harus disesuaikan dengan penggunaan aktual dan kebijakan jurnal. AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis. Tanggung jawab atas isi, keakuratan data, keaslian karya, dan kepatuhan etika tetap berada pada penulis.
14. Kontribusi Penulis
Setiap penulis harus memiliki kontribusi nyata terhadap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis, atau penyusunan artikel pengabdian. Kontribusi masing-masing penulis dinyatakan secara transparan.
Peran penulis dapat meliputi:
-
Konseptualisasi program.
-
Identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra.
-
Pengembangan metodologi atau rancangan intervensi.
-
Pelaksanaan kegiatan dan pendampingan.
-
Pengumpulan dan pengelolaan data.
-
Analisis dan validasi hasil.
-
Pengembangan teknologi atau produk.
-
Visualisasi dan dokumentasi hasil.
-
Penulisan draf awal.
-
Peninjauan dan penyuntingan naskah.
-
Supervisi dan administrasi program.
-
Perolehan pendanaan.
Pilih hanya peran yang benar-benar dilakukan oleh masing-masing penulis. Contoh:
“Penulis Pertama berkontribusi pada konseptualisasi program, metodologi, dan penulisan draf awal. Penulis Kedua berkontribusi pada pelaksanaan kegiatan, pengumpulan data, dan evaluasi. Penulis Ketiga berkontribusi pada supervisi, validasi hasil, dan peninjauan naskah. Seluruh penulis telah membaca dan menyetujui versi akhir naskah.”
Contoh tersebut harus disesuaikan dengan kontribusi aktual. Taksonomi CRediT dapat digunakan sebagai acuan penyeragaman peran.
15. Pernyataan Pendanaan
Penulis harus mengungkapkan sumber pendanaan yang mendukung kegiatan pengabdian, termasuk nama lembaga atau program dan nomor kontrak atau hibah apabila tersedia.
15.1. Jika kegiatan memperoleh pendanaan
“ Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh [nama lembaga atau program pendanaan] berdasarkan [nomor kontrak atau nomor hibah].”
15.2. Jika kegiatan tidak memperoleh pendanaan khusus
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak menerima pendanaan khusus dari lembaga pendanaan publik, komersial, atau nirlaba.”
Pernyataan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan tidak boleh menyembunyikan sumber dukungan finansial yang relevan.
16. Konflik Kepentingan
Penulis harus mengungkapkan kepentingan finansial, profesional, personal, atau hubungan lain yang berpotensi memengaruhi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, interpretasi hasil, atau penyusunan naskah.
16.1. Jika tidak terdapat konflik kepentingan
“Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan yang dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan, interpretasi hasil, atau penyusunan naskah ini.”
16.2. Jika terdapat konflik kepentingan
“Penulis menyatakan adanya konflik kepentingan berupa [jelaskan bentuk konflik kepentingan secara transparan].”
Pengungkapan konflik kepentingan diperlukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan ilmiah.
17. Ketentuan Tabel, Gambar, Grafik, dan Persamaan
17.1. Tabel
-
Setiap tabel diberi nomor secara berurutan berdasarkan kemunculan pertama.
-
Judul tabel ditempatkan di atas tabel.
-
Tabel wajib dirujuk terlebih dahulu dalam teks menggunakan format “Tabel 1”.
-
Gunakan judul yang informatif, nama kolom yang jelas, dan satuan pengukuran apabila diperlukan.
-
Keterangan simbol, singkatan, sumber data, dan catatan penting diletakkan di bawah tabel apabila diperlukan.
-
Tabel harus terbaca dengan jelas dan tidak digunakan untuk mengulang seluruh informasi yang telah dijelaskan dalam teks.
17.2. Gambar dan Grafik
-
Setiap gambar atau grafik diberi nomor secara berurutan.
-
Judul atau keterangan gambar ditempatkan di bawah gambar.
-
Gambar wajib dirujuk terlebih dahulu dalam teks menggunakan format “Gambar 1”.
-
Gambar harus memiliki resolusi dan keterbacaan yang memadai.
-
Grafik harus menampilkan label sumbu, satuan, legenda, dan informasi pendukung apabila relevan.
-
Foto kegiatan, dokumentasi mitra, gambar teknis, dan ilustrasi harus memiliki keterangan yang menjelaskan isi gambar secara akurat.
-
Gambar yang diadaptasi atau direproduksi dari sumber lain harus mencantumkan sumber dan memenuhi ketentuan hak cipta.
-
Dokumentasi kegiatan tidak boleh dimanipulasi sehingga mengubah makna atau merepresentasikan bukti secara menyesatkan.
17.3. Persamaan
Persamaan digunakan apabila diperlukan untuk menjelaskan perhitungan, indikator, atau analisis kuantitatif dalam kegiatan pengabdian.
-
Persamaan diberi nomor secara berurutan dan ditulis menggunakan angka dalam tanda kurung.
-
Nomor persamaan diletakkan di sisi kanan.
-
Setiap persamaan harus dirujuk dalam teks menggunakan format “Persamaan (1)”.
-
Seluruh simbol, variabel, parameter, konstanta, dan satuan harus dijelaskan apabila belum didefinisikan sebelumnya.
-
Persamaan harus ditulis secara jelas dan konsisten dengan metode analisis yang digunakan.
Gambar, tabel, dan persamaan ditempatkan sedekat mungkin dengan bagian teks yang pertama kali merujuknya. Penomoran harus konsisten dari awal hingga akhir naskah.
18. Sitasi dan Daftar Pustaka: Gaya IEEE
Seluruh sitasi dan daftar pustaka harus mengikuti gaya IEEE. Penomoran referensi didasarkan pada urutan kemunculan pertama dalam teks.
18.1. Sitasi dalam Teks
-
Gunakan nomor referensi dalam tanda kurung siku, misalnya [1].
-
Apabila merujuk beberapa sumber, gunakan nomor masing-masing, misalnya [1], [2], [3].
-
Nomor referensi yang sama harus digunakan kembali ketika sumber yang sama disitasi pada bagian lain.
-
Nomor referensi tidak boleh berubah-ubah untuk sumber yang sama.
-
Referensi harus ditempatkan sedekat mungkin dengan pernyataan yang didukung.
-
Hindari sitasi yang tidak relevan, tidak terverifikasi, atau tidak benar-benar mendukung pernyataan yang dirujuk.
18.2. Jumlah dan Jenis Referensi
Setiap artikel wajib menggunakan sekurang-kurangnya 15 referensi. Penulis harus mengutamakan sumber acuan primer, seperti artikel jurnal ilmiah, makalah prosiding, tesis, disertasi, dan monograf hasil penelitian yang relevan.
Referensi sebaiknya mencakup literatur yang mendukung:
-
Identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra.
-
Pemilihan solusi atau teknologi yang diterapkan.
-
Pendekatan pemberdayaan, pelatihan, atau pendampingan.
-
Metode pelaksanaan dan evaluasi.
-
Analisis hasil dan pembahasan manfaat kegiatan.
Buku teks, laman web umum, berita populer, dan sumber sekunder lainnya dapat digunakan apabila relevan, tetapi tidak boleh mendominasi daftar pustaka ketika sumber primer yang sesuai tersedia.
Setiap referensi harus digunakan secara substantif untuk mendukung argumentasi dalam artikel, bukan sekadar untuk memenuhi jumlah minimum.
18.3. Kemutakhiran Referensi
Referensi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir harus diprioritaskan untuk menggambarkan perkembangan pengetahuan, pendekatan pengabdian, teknologi, dan praktik pemberdayaan masyarakat.
Referensi yang lebih lama dapat digunakan apabila merupakan sumber fundamental, teori klasik, standar penting, atau publikasi awal yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tertentu.
Referensi klasik tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk mengklaim kebaruan atau efektivitas solusi. Klaim kontribusi kegiatan harus didukung analisis terhadap penelitian dan program pengabdian terdahulu yang relevan dan mutakhir.
18.4. Kelengkapan Metadata
Setiap entri daftar pustaka harus mencantumkan informasi bibliografis yang diperlukan sesuai jenis sumber, antara lain nama penulis, judul, nama jurnal atau penerbit, volume, nomor, halaman atau nomor artikel, tahun, dan DOI apabila tersedia.
Metadata harus diperiksa berdasarkan sumber asli, laman resmi penerbit, atau basis data ilmiah yang dapat dipercaya. Jangan membuat DOI, nama penulis, judul, halaman, atau informasi bibliografis berdasarkan perkiraan.
Seluruh nama penulis dicantumkan sesuai format IEEE yang diterapkan oleh jurnal. Hindari penggunaan “et al.” dalam daftar pustaka apabila ketentuan jurnal mengharuskan seluruh nama penulis dicantumkan.
18.5. Contoh Referensi IEEE
Artikel jurnal
[1] Z. Li, H. Wang, and Y. Zhang, “Performance evaluation of recycled aggregate concrete under cyclic loading,” Construction and Building Materials, vol. 201, pp. 1–12, 2019, doi: 10.1016/j.conbuildmat.2018.11.203.
Buku
[2] W.-K. Chen, Linear Networks and Systems. Belmont, CA, USA: Wadsworth, 1993.
Makalah prosiding
[3] A. B. Rahman and S. H. Lee, “Seismic performance of RC structures using nonlinear analysis,” in Proceedings of the International Conference on Structural Engineering and Construction, Chicago, IL, USA, 2019, pp. 221–228.
Tesis atau disertasi
[4] A. A. Author, “Title of thesis or dissertation,” M.S. thesis or Ph.D. dissertation, Name of Department, Name of University, City, Country, Year.
Contoh tersebut digunakan untuk memperlihatkan format. Penulis tetap wajib memeriksa metadata setiap sumber berdasarkan publikasi aslinya.
18.6. Pemeriksaan Konsistensi Referensi
Sebelum mengajukan naskah, pastikan bahwa:
-
Setiap sumber dalam daftar pustaka telah disitasi dalam teks.
-
Setiap sitasi dalam teks memiliki entri yang sesuai dalam daftar pustaka.
-
Nomor referensi mengikuti urutan kemunculan pertama.
-
Tidak ada satu nomor yang digunakan untuk dua sumber berbeda.
-
Informasi bibliografis dan DOI telah diverifikasi.
-
Referensi relevan dengan pernyataan yang didukung.
-
Kutipan atau penggunaan gagasan pihak lain telah diakui secara tepat.
-
Referensi yang dicantumkan bukan sekadar untuk menambah jumlah daftar pustaka.
19. Etika Publikasi dan Integritas Akademik
Penulis wajib menjunjung tinggi prinsip integritas akademik dalam seluruh tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Ketentuan etika meliputi:
-
Orisinalitas: naskah harus merupakan karya asli dan tidak sedang dipertimbangkan secara bersamaan oleh jurnal lain.
-
Pencegahan plagiarisme: seluruh kutipan, gagasan, data, dan materi yang berasal dari pihak lain harus diakui dengan sitasi yang tepat.
-
Keaslian data dan dokumentasi: data kegiatan, hasil evaluasi, foto, kutipan wawancara, dan luaran tidak boleh direkayasa, dipalsukan, atau disajikan secara menyesatkan.
-
Persetujuan mitra dan peserta: pelaksanaan kegiatan dan publikasi informasi yang melibatkan masyarakat harus memperhatikan persetujuan, privasi, dan perlindungan data yang relevan.
-
Publikasi ganda: penulis tidak boleh menerbitkan materi yang sama secara tidak semestinya sebagai beberapa artikel tanpa pengungkapan dan justifikasi yang dapat diterima.
-
Kepenulisan yang bertanggung jawab: seluruh penulis harus memberikan kontribusi nyata dan menyetujui versi akhir naskah.
-
Transparansi: sumber pendanaan, konflik kepentingan, penggunaan AI, keterbatasan kegiatan, dan peran mitra harus diungkapkan sesuai kebutuhan.
-
Hak cipta: penggunaan materi pihak ketiga harus memenuhi persyaratan izin atau lisensi yang berlaku.
-
Keakuratan klaim: pernyataan mengenai peningkatan kapasitas, manfaat ekonomi, perubahan perilaku, dampak lingkungan, atau keberlanjutan program harus didukung bukti yang memadai.
-
Koreksi dan klarifikasi: penulis wajib bekerja sama dengan editor apabila diperlukan klarifikasi terhadap data, metode pelaksanaan, dokumentasi, referensi, atau integritas naskah.
Jurnal berhak melakukan pemeriksaan awal dan meminta klarifikasi atau perbaikan apabila ditemukan masalah pada orisinalitas, ketepatan sitasi, keaslian dokumentasi, kelengkapan bukti, persetujuan mitra, atau kepatuhan terhadap pedoman penulisan.
20. Pemeriksaan Akhir Sebelum Pengajuan
Sebelum mengirimkan naskah, penulis wajib memeriksa kesesuaian naskah dengan daftar periksa berikut.
-
Naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal pengabdian kepada masyarakat.
-
Panjang artikel 5–12 halaman dengan format satu kolom.
-
Judul bahasa Indonesia dan bahasa Inggris konsisten.
-
Nama penulis, afiliasi, dan email penulis korespondensi lengkap.
-
Abstrak bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing maksimal 200 kata.
-
Kata kunci dan keywords masing-masing terdiri atas lima istilah atau frasa.
-
Pendahuluan menjelaskan kondisi mitra, permasalahan prioritas, kebutuhan, dasar ilmiah, kebaruan, kontribusi, dan tujuan kegiatan.
-
Metode pelaksanaan menjelaskan lokasi, waktu, mitra, solusi, tahapan kegiatan, partisipasi mitra, serta metode evaluasi yang relevan.
-
Hasil dan pembahasan menjelaskan implementasi solusi, luaran, capaian, manfaat, kendala, dan perbandingan dengan literatur terdahulu.
-
Klaim peningkatan atau dampak didukung oleh bukti yang sesuai.
-
Kesimpulan menjawab tujuan pengabdian dan tidak melampaui bukti yang tersedia.
-
Gambar, tabel, dan persamaan diberi nomor serta dirujuk terlebih dahulu dalam teks.
-
Dokumentasi kegiatan akurat, terbaca, dan digunakan dengan memperhatikan persetujuan serta hak cipta.
-
Jumlah referensi sekurang-kurangnya 15 sumber dan mengutamakan referensi primer.
-
Referensi mutakhir diprioritaskan, dengan tetap memperbolehkan sumber klasik yang relevan.
-
Sitasi dan daftar pustaka konsisten dengan gaya IEEE.
-
Metadata referensi dan DOI telah diverifikasi.
-
Pernyataan penggunaan AI, kontribusi penulis, pendanaan, dan konflik kepentingan telah disesuaikan dengan kondisi sebenarnya.
-
Ucapan terima kasih dicantumkan apabila relevan.
-
Naskah telah diperiksa dari sisi bahasa, konsistensi istilah, format, dan integritas akademik.
21. Template Artikel
Penulis wajib menggunakan template resmi jurnal untuk memastikan keseragaman format dan gaya selingkung artikel pengabdian kepada masyarakat.
Unduh template artikel: [unduh di sini].
Template mencakup format judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode pelaksanaan, hasil dan pembahasan, kesimpulan, pernyataan penulis, format tabel dan gambar, serta daftar pustaka.
Penulis dianjurkan menggunakan template sejak tahap awal penulisan. Penggunaan template tidak menggantikan kewajiban penulis untuk memenuhi seluruh ketentuan substansi, evaluasi kegiatan, perlindungan mitra, dan etika publikasi yang ditetapkan dalam panduan ini.





















